Penyimpangan semu hukum mendel

 TANDAI

Penyimpangan semu hukum mendel 
Syafiq algipari

Ringkasan "Penyimpangan semu hukum Mendel" paket biologi hal 120

25 Maret, 2021

1. Komplementer

     Jika jumlah perbandingan sifat berbeda yang muncul pada monohibrid adalah 3 : 1 atau 1 : 2 : 1, maka komplementer angka perbandingan dari sifat beda yang muncul adalah 9 : 7.

     Sifat DNA yang komplementer diatas di perkenalkan oleh ilmuwan genetika Inggris W. Bateson dan R.C. Punnet pada warna bunga kacang Lathyrus odoratus (sweet peas). Berdasarkan hasil penelitian ada 2 macam gen yang berinteraksi untuk menghasilkan bunga warna ungu. Berikut jenis gennya.

a. Gen C menumbuhkan zat bahan mentah

    untuk pigmen.

b. Gen c tidak mampu menumbuhkan zat 

    bahan mentah untuk pigmen.

c. Gen P membuat enzim untuk mengubah

    bahan pigmen menjadi anti oksidan yg 

    berwarna ungu.

d. Gen P tidak mampu membuat enzim

    untuk mengubah bahan pigmen menjadi

    anti oksidan yang berwarna ungu.

     Gen C dominan terhadap c dan P dominan terhadap p, sedangkan antara gen C dengan gen P adalah komplementer. Zat warna hanya akan terbentuk pada bunga jika ada gen C dan gen P.


2. Kriptomeri

     Kriptomeri adalah salah satu bentuk interaksi antar gen yang menyembunyikan sifat yang terdapat pada leluhurnya. Gen kriptomeri dapat dikatakan jika keadaan berdiri sendiri tidak menampakkan sifatnya dan baru tampak sifatnya jika bertemu dengan faktor lain. 

     Bunga Linaria maroccana memiliki beberapa gen, yaitu:

- gen A yang mengekspresikan zat warna 

  antosianin.

- gen a yang tidak menghasilkan

  antosianin.

- gen B yang menyebabkan cairan sel 

   bersifat alkalis.

- gen b yang menyebabkan cairan sel tidak

   bersifat alkalis. 


3. Interaksi berbagai gen

     Pada pial ayam, terdapat suatu bentuk interaksi berbagai gen yang unik. Interaksi berbagai gen tersebut akan menentukan bentuk pial ayam, apakah akan berbentuk walnut yang terdapat pada ayam silangan Malaya, ros (religi) yang terdapat pada ayam Wynadotle, pea (biji) yang terdapat pada ayam Brahma, atau bilah (tunggal) yang terdapat pada ayam Leghorn.


4. Epistasis dan Hipostasis 

     Epistasis adalah penutupan suatu ekspresi dari suatu gen atau oleh gen lain yang bukan alelnya. Hipostasis adalah gen yang sifatnya ditutup. 

a. Epistasis dominan adalah terdapat epistasis dominan dan resesif. Jika yang menutup adalah gen dominan.


          Rasio fenotipe F2 = 12 : 3 : 1

          Fenotipe: warna buah labu


Pada interaksi ini, gen pertama yang membuat buah labu berwarna putih dominan terhadap gen yang membuat labu menjadi berwarna. Gen yg kedua, warna kuning dominan terhadap warna hijau. 


b. Epistasis dominan duplikat


          Rasio fenotipe F2 = 15 : 1

          Fenotipe: warna biji gandum


Pada tipe ini, enzim yang dihasilkan oleh gen A dan B membuat biji gandum berwarna cokelat. Enzim tersebut akan bekerja jika terdapat dua jenis alel dominan maupun ketika hanya terdapat satu alel dominan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas biologi

GLIKOLISIS